Apakah Vaksin Corona Aman Diberikan Bagi Pasien Dermal Filler?

Bagikan

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram
suntik filler
Ilustrasi Suntik Filler

Dermal Filler atau Injeksi Filler adalah salah satu perawatan wajah yang populer karena diklaim dapat membuat wajah seperti muda kembali tanpa harus melakukan operasi plastik. Injeksi Filler dapat membantu menghaluskan penurunan, lesung pipit, garis, dan kerutan saat menghasilkan hasil yang tampak alami. Sehingga membuat kulit wajah jadi terlihat lebih muda dan menarik.

Baca juga: Dermal Filler, Cara Cepat Membuat Kulit Wajah Jadi Terlihat Lebih Muda

Baru-baru ini, ada laporan orang yang mengalami pembengkakan pada wajah atau bibir area bekas penyuntikan filler selepas mereka menerima vaksinasi COVID.  Jadi jika Anda saat ini sedang mempertimbangkan untuk melakukan suntik dermal filler atau Anda yang sedang dalam treatment regular injeksi dermal filler, apakah harus menghindari vaksinasi COVID-19? Berikut ini penjelasan dari dermatologist Shilpi Khetarpal, MD seorang dokter kulit di Cleveland, OH USA dan berpengalaman lebih dari 11 tahun di bidang medis.

Baca juga : Kenali Perbedaan Perawatan Wajah Filler dan Botox

Kenapa Banyak Orang Mau Mendapatkan Dermal Filler?

Sejak kita menua, kita kehilangan volume dan kesempurnaan kulit wajah kita. Akibatnya, otot-otot wajah yang lebih dekat pada permukaan kulit dan garis wajah lebih terlihat. Injeksi filler dapat membantu wajah terlihat lebih penuh dan menyamarkan penuaan tersebut.

Umumnya injeksi filler yang digunakan di klinik kecantikan terbuat dari asam hyaluronic dan itu adalah sesuatu yang ditemukan di kulit manusia. Seiring waktu – dengan usia, pengaruh sinar UV, dan faktor genetika – kita kehilangan sejumlah volume dan asam hyaluronic di kulit kita. Dermal filler memungkinkan untuk menggantikan apa yang telah hilang tersebut. Jadi, jika seseorang ingin menambahkan sedikit lebih banyak bentuk atau pengemukan pada bibir atau sedikit terlihat penuh pada pipi, injeksi filler menggantikan isi yang telah hilang. Dalam melakukan ini, itu dapat membuat orang terlihat lebih muda, lebih menarik.

Baca juga : 10 Manfaat Facial Wajah untuk Kecantikan Kulit Anda

Percobaan Vaksinasi Pada Pasien Dermal Filler

Pada bulan desember 2020, FDA melaporkan bahwa dua orang mengalami pembengkakan wajah setelah diberikan vaksin moderna. Satu orang melakukan prosedur injeksi filler pada pipi ditempatkan enam bulan sebelum mereka divaksinasi. Pembengkakan terjadi sehari setelah ia menerima vaksin. Yang kedua juga sama, melakukan melakukan prosedur injeksi filler pada pipi ditempatkan dua minggu sebelum vaksinasi dan pembengkakan muncul dua hari setelah ia divaksinasi. Dan, orang ketiga melaporkan pembengkakan di bibir dua hari setelah vaksinasi.

Baca juga : Haven Light Clinic Adakan Penyuntikan Vaksin COVID-19

vaksin COVID-19
Ilustrasi vaksin virus corona

Apakah ini adalah Reaksi yang Luar Biasa

Menurut Dr. Khetarpal, reaksi-reaksi tersebut bukan kejadian yang baru dan sangat jarang terjadi. Sama halnya dengan serangan flu, penyakit karena bakteri / virus lainnya, vaksin atau tindakan pada gigi, ini adalah reaksi imunologis atau reaksi pada sistem imunitas tubuh. Pembengkakak bukan alergi atau pun infeksi. Ini hanyalah reaksi imunologis di mana pembengkakan terjadi pada area kulit bekas suntik filler.

Dr. Khetarpal menambahkan bahwa dengan interaksi yang telah dia lihat, sebagian besar pembengkakan pada pasien dermal filler ditangani dengan memberikan antihistamin, steroid oral atau sembuh dengan sendirinya. Jika Anda harus mengalami pembengkakan, sangat disarankan untuk memberi tahu dermathologist Anda segera untuk menentukan tindakan terbaik.

 

Tetap Aman dengan Dermal FIller

Dengan mempertimbangkan percobaan hanya pada 3 orang saja dari 15.184 penerima vaksin moderna MRNA-1273 terkait  reaksi filler, Dr. Khetarpal meyakinkan bahwa masih sangat aman untuk melakukan prosedur injeksi filler. Dan tidak seharusnya pihak manapun untuk menghentikan orang yang mau mendapatkan vaksinasi Covid-19.

Ia menyampaikan aturan praktis yang ketat untuk dokter kulit adalah untuk menghindari pemberian dermal filler dua minggu sebelum atau sesudah vaksinasi demi keamanan. Jika Anda berencana untuk melakukan prosedur injeksi filler dan vaksinasi Covid-19 , pastikan untuk mendiskusikannya dengan dokter kulit Anda sehingga mereka dapat menyesuaikan rencana perawatan Anda.

Sangat disarankan bagi Anda yang mau melakukan injeksi filler, untuk memilih dokter bersertifikat yang tentu saja ahli dalam injeksi filler dan ahli dalam menangani komplikasi yang dapat timbul.

Source : Health.clevelandclinic.org

Reservasi untuk Perawatan Anda